
Jatinangor, 6 November 2025 – UPT K3L ITB bekerja sama dengan Program Studi Teknik Pangan dan Program Studi Teknik Bioenergi dan Kemurgi, Fakultas Teknologi Industri (FTI) ITB, menyelenggarakan kegiatan Simulasi Tanggap Darurat Kebakaran (Fire Drill) di Gedung 2A dan 2B Kampus ITB Jatinangor.
Simulasi dimulai pada pukul 13.00 WIB, dengan skenario terjadinya kebakaran di salah satu laboratorium Gedung 2B yang ditandai dengan bunyi alarm kebakaran. Menyikapi situasi tersebut, Tim K3G Gedung 2A dan 2B yang dipimpin oleh Prof. Ir. Ronny Purwadi, M.T., Ph.D. segera memerintahkan seluruh Floor Captain untuk mengevakuasi seluruh penghuni gedung menuju titik kumpul (assembly point) yang telah ditentukan. Tim juga memastikan bahwa seluruh penghuni gedung berhasil dievakuasi dengan aman dan selamat.
Secara bersamaan, Petugas K3G juga menghubungi Tim Layanan Darurat UPT K3L ITB Kampus Jatinangor untuk melaporkan kejadian dan meminta bantuan. Tim darurat segera menuju lokasi dengan membawa satu unit kendaraan pemadam kebakaran dan satu unit ambulans. Setibanya di lokasi, tim langsung melakukan proses pemadaman api serta evakuasi korban, di mana terdapat satu orang korban dan segera dibawa ke klinik terdekat menggunakan ambulans.
Setelah api berhasil dipadamkan dan evakuasi selesai dilakukan, Koordinator K3G, Prof. Ronny Purwadi, memberikan penjelasan kepada seluruh penghuni gedung di area titik kumpul. Ia menyampaikan bahwa kegiatan simulasi ini bertujuan untuk melatih kesiapsiagaan, memperkuat pemahaman terhadap prosedur evakuasi darurat, serta membangun budaya keselamatan kerja di lingkungan ITB Kampus Jatinangor, khususnya bagi sivitas di Gedung 2A dan 2B.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktik pemadaman api menggunakan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) dan fire blanket di lokasi terbuka, yang dipandu oleh Bapak Widodo Staf UPT K3L dan tim. Dalam sesi ini, para dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa berkesempatan untuk berlatih langsung memadamkan api menggunakan APAR, sebagai pengetahuan jika menghadapi potensi kebakaran di lingkungan kerja maupun laboratorium.
Melalui kegiatan simulasi dan pelatihan ini, diharapkan seluruh sivitas ITB semakin siap dan sigap menghadapi kondisi darurat, serta mampu menumbuhkan kesadaran akan pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan kampus.





