
Bandung, 21 Januari 2026 – UPT K3L ITB menggelar koordinasi lanjutan dengan manajemen penyedia layanan ojek online (OJOL) dalam rangka penertiban aktivitas kendaraan transportasi online di kawasan Kampus ITB. Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi awal yang telah dilaksanakan di ITB sekitar dua pekan sebelumnya, guna mematangkan rencana pengaturan yang telah dibahas. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Rapat Center for Advanced Sciences (CAS) ITB pada pukul 14.00 WIB, sebagai bagian dari upaya ITB untuk meningkatkan kenyamanan, ketertiban, dan keselamatan sivitas akademika dalam memanfaatkan layanan transportasi online, sekaligus mendukung terwujudnya lingkungan kampus yang aman, tertib, nyaman, dan berwawasan lingkungan (green campus).
Diskusi dibuka dengan sambutan oleh Kepala UPT K3L ITB, Bapak Mugi Sugiarto, S.Si., M.A.B., dan dihadiri oleh jajaran tim UPT K3L serta perwakilan manajemen dari tiga operator transportasi online, yaitu Gojek, Grab, dan Maxim.
Dalam pertemuan lanjutan ini, masing-masing mitra OJOL menyampaikan feedback hasil diskusi internal operator terkait kesepakatan awal yang telah dibahas pada pertemuan sebelumnya. ITB kembali menegaskan dukungannya terhadap penggunaan transportasi umum dan OJOL oleh sivitas akademika sebagai bagian dari strategi pengurangan penggunaan kendaraan pribadi dan penurunan emisi karbon di lingkungan kampus.
Pembahasan difokuskan pada finalisasi pengaturan titik naik dan turun penumpang, serta langkah-langkah konkret untuk mensterilkan sepanjang Jalan Ganesha dari aktivitas OJOL yang mangkal dan berpotensi mengganggu lalu lintas, keselamatan pejalan kaki, serta kebersihan lingkungan. UPT K3L juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan di area penjemputan dan pengantaran.
Sementara itu, titik pengantaran diperbolehkan berada di area dekat gerbang, namun hanya untuk menurunkan penumpang dalam waktu yang sangat singkat. Dari hasil diskusi, diperoleh beberapa bahasan lainnya:
- Penentuan titik kumpul bagi pengemudi OJOL agar tidak mangkal di area yang tidak semestinya, khususnya di area gerbang kampus Jalan Ganesha dan Tamansari.
- Koordinasi dan sosialisasi kepada perwakilan sivitas akademika ITB akan dilakukan seiring dengan penerapan perubahan titik penjemputan oleh masing-masing operator OJOL.
Kepala UPT K3L ITB juga meminta agar kebijakan ini diimplementasikan melalui tahapan uji coba, dengan dukungan penyesuaian teknologi pada aplikasi OJOL, khususnya pengaturan pick-up point untuk menandai titik yang diperbolehkan dan dilarang.
Sebagai tindak lanjut, ITB akan melaksanakan diskusi lanjutan dengan melibatkan perwakilan mahasiswa, koordinator paguyuban PKL, serta pihak-pihak terkait lainnya, guna memastikan kebijakan yang diterapkan dapat berjalan efektif dan berkelanjutan. Melalui koordinasi lanjutan ini, diharapkan seluruh pihak dapat bersinergi dalam mendukung upaya ITB menciptakan kawasan kampus yang aman, tertib, dan nyaman.





