Bandung, 5 Februari 2026 – UPT K3L ITB kembali menggelar pertemuan koordinasi dengan manajemen penyedia layanan ojek online (OJOL) dalam rangka penataan titik jemput penumpang di kawasan Kampus ITB. Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan sebelumnya untuk mengatur titik jemput, guna mengurangi kemacetan, penumpukan pengemudi, serta potensi gangguan terhadap keamanan dan kenyamanan lingkungan kampus.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Kepala UPT K3L ITB beserta tim, perwakilan manajemen operator transportasi online Gojek, Anggota Majelis Wali Amanat (MWA) ITB Wakil dari Mahasiswa, Presiden Kabinet Mahasiswa ITB, Koordinator Paguyuban PKL Gelap Nyawang, serta perwakilan manajemen PT Hazimah Pradhana Sakti.

Dalam pertemuan tersebut, UPT K3L ITB menegaskan bahwa penataan yang dilakukan saat ini hanya berlaku untuk titik jemput, sementara titik antar masih dapat berjalan seperti sebelumnya dengan ketentuan durasi berhenti yang singkat. Selain itu, dibahas pula kebiasaan sebagian pengemudi OJOL yang cenderung mangkal saat menunggu pesanan, sehingga menimbulkan penumpukan kendaraan di beberapa area strategis kampus. Kondisi ini dinilai berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas, keselamatan pejalan kaki, serta estetika kawasan kampus.

Sebagai upaya penataan, pada pertemuan tersebut disepakati empat titik jemput utama dengan beberapa penyesuaian lokasi, yaitu:

  • Titik Jemput Sisi Utara Kampus Ganesha berada di area Pertigaan Jalan Tamansari yang menuju Sabuga,
  • Titik Jemput Sisi Barat Kampus Ganesha diarahkan ke depan BNI Tamansari,
  • Titik Jemput Sisi Timur Kampus Ganesha berada di Pertigaan Jalan Ganesha (Timur) yang menuju Jalan Ciung Wanara,
  • Titik Jemput Area Gerbang Utama Ganesha digeser ke Pertigaan Jalan Skanda,

UPT K3L ITB juga menekankan bahwa pada pertemuan sebelumnya telah dibahas rencana penyediaan basecamp OJOL di area Gelap Nyawang, dengan ketentuan lokasi tersebut harus layak, aman, tertib, serta tidak mengganggu aktivitas sivitas akademika. Permasalahan lain yang menjadi perhatian adalah penggunaan area Halte Metro Jabar Trans (MJT) oleh pengemudi OJOL sebagai lokasi mangkal, yang seharusnya difungsikan khusus untuk transportasi umum. Oleh karena itu, penertiban titik jemput dan aktivitas OJOL di area tersebut akan diperketat.

Dari pihak Gojek disampaikan bahwa mereka telah memindahkan titik jemput yang sebelumnya berada di depan Gerbang Utama ITB ke area seberang, yaitu Jalan Skanda, yang saat ini ditetapkan sebagai No Waiting Zone.Sebagai bentuk dukungan terhadap konsumen pengguna layanan, khususnya mahasiswa, pihak Gojek juga menyatakan kesiapannya untuk menyediakan fasilitas payung bersama yang akan ditempatkan di titik-titik tertentu guna membantu penyeberangan pejalan kaki saat hujan.