
Depok, 12 Februari 2026 – Kepala UPT K3L ITB, Mugi Sugiarto, S.Si., M.A.B., menjadi narasumber dalam kegiatan Sharing Session: Pengelolaan K3 di Perguruan Tinggi yang diselenggarakan di Makara Art Center, Universitas Indonesia, Depok. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Bulan K3 Nasional 2026 dengan tema “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Perguruan Tinggi yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif”. Acara diawali dengan sambutan Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Indonesia dan Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat UI, serta dilanjutkan dengan paparan para keynote speaker dari Badan Gizi Nasional, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta Kementerian Ketenagakerjaan RI yang menegaskan pentingnya penguatan sistem keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan pendidikan tinggi.
Forum ini menghadirkan perwakilan dari sejumlah perguruan tinggi terkemuka, antara lain: Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), dan Institut Pertanian Bogor (IPB) sebagai ruang kolaboratif untuk berbagi praktik dan strategi penguatan tata kelola K3 di lingkungan pendidikan tinggi.

Dalam paparannya, Kepala UPT K3L ITB menyampaikan peta jalan transformasi keselamatan dan kesehatan kerja di perguruan tinggi yang berorientasi pada standar internasional dan digitalisasi sistem. Transformasi tersebut menekankan pergeseran paradigma dari pendekatan reaktif menuju pendekatan pencegahan berbasis risiko, melalui integrasi standar ISO 14001:2015 dan ISO 45001:2018 dalam sistem manajemen K3L kampus.
Salah satu inovasi strategis yang diperkenalkan adalah konsep “Smart K3L”, yang mengedepankan pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan keselamatan dan lingkungan. Implementasi tersebut meliputi penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk deteksi kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), pengelolaan data terintegrasi melalui Command Center, serta penguatan sistem tanggap darurat berbasis data real-time. Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen ITB dalam mewujudkan operasional kampus yang aman, sehat, adaptif, dan berkelanjutan.
Lebih lanjut, dijelaskan pula implementasi Sistem Manajemen K3 (SMK3) berbasis siklus PDCA yang mencakup pengelolaan limbah B3, layanan kesehatan kerja, audit internal, hingga digitalisasi pelaporan insiden melalui aplikasi berbasis web. Transformasi digital tersebut bertujuan meningkatkan akurasi dan keandalan data, memperkuat transparansi, serta memastikan integrasi informasi lintas unit secara efektif di lingkungan kampus.
Dalam sesi diskusi, Kepala UPT K3L ITB menyampaikan pentingnya pengembangan teknologi untuk mendukung monitoring keamanan, pengendalian akses masuk, serta pengelolaan perparkiran, di antaranya melalui pemanfaatan teknologi Smart CCTV yang terintegrasi dengan Artificial Intelligence (AI). Selain itu, beliau juga menekankan perlunya monitoring terhadap realisasi penerapan indikator kesehatan lingkungan di perguruan tinggi yang mengacu pada standar Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes).
ITB saat ini terus melakukan pembenahan Sistem Manajemen Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (SMK3L) melalui pembentukan Tim K3G di setiap unit kerja. Di samping itu, berbagai informasi dan edukasi K3 secara berkelanjutan disampaikan kepada sivitas akademika melalui beragam platform komunikasi guna meningkatkan kesadaran serta memperkuat budaya K3 di lingkungan kampus.
Partisipasi ITB dalam forum nasional ini menegaskan komitmen institusi dalam membangun budaya keselamatan yang unggul serta memperkuat kolaborasi strategis antarperguruan tinggi demi terciptanya lingkungan pendidikan tinggi yang aman, sehat, dan berdaya saing global.





