
Bandung, 8 April 2026 – UPT K3L ITB menerima kunjungan Tim Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Universitas Brawijaya (UB) dalam rangka benchmarking terkait pengelolaan keselamatan, keamanan, dan kesehatan kerja di lingkungan perguruan tinggi. Kegiatan ini menjadi sarana pertukaran pengetahuan serta praktik terbaik (best practices) dalam penerapan sistem K3.
Kunjungan tersebut disambut oleh Kepala UPT K3L ITB, Mugi Sugiarto, S.Si., M.A.B., bersama jajaran yang terdiri atas para Kepala Bidang, Kepala Sekretariat dan Kepala Subbidang. Kegiatan diawali dengan sambutan serta perkenalan dari masing-masing institusi. Adapun Tim Universitas Brawijaya yang hadir dalam kegiatan ini adalah sebagai berikut:
- Dr. Tri Wahyu Nugroho, S.P., M.Si. – Sekretaris Universitas
- Prof. Dr. Ir. Qomariyatus Sholihah, M.Kes. – Kepala Divisi Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan
- Kristanto Adi Nugroho, S.T., M.T. – KKJF Bidang Inspeksi K3
- Amelia Ayu Paramitha, S.H., M.H. – KKJF Bidang Manajemen Tanggap Darurat, Pelatihan, dan Edukasi
- Dinia Rizqi Dwijayanti, S.Si., M.Si., D.Sc. – KKJF Bidang Pengawasan K3 Konstruksi, Limbah, dan Bahan Kimia
- Tri Puspitasari, S.Pi., M.M. – Tenaga Kependidikan (Keuangan)
- Aulia Riska Iastika, S.Gz., M.T.P. – Tenaga Kependidikan (Administrasi dan Kesekretariatan)
- Agus Saroni – Tenaga Kependidikan (IT dan Humas)
Pada sesi pemaparan yang berlangsung di Ruang Rapat Audio Visual, Gedung Laboratorium Doping ITB, kedua institusi menyampaikan profil serta pengelolaan K3L di masing-masing lingkungan kerja. Materi yang dipaparkan meliputi struktur organisasi, rencana program pengembangan, sistem penanganan keadaan darurat, sistem proteksi kebakaran, pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), serta sistem monitoring keamanan dan keselamatan fasilitas kampus. UPT K3L ITB turut memaparkan berbagai upaya penguatan sistem keselamatan melalui pengembangan command center, integrasi layanan darurat, digitalisasi layanan K3L, serta peningkatan kesiapsiagaan terhadap potensi risiko di lingkungan kampus.
Selain pemaparan, kegiatan juga diisi dengan diskusi mengenai layanan kedaruratan, serta pelaksanaan audit dan revitalisasi sistem proteksi kebakaran di berbagai gedung kampus. Upaya ini dilakukan untuk memastikan kegiatan inspeksi dan audit, termasuk pada instalasi kelistrikan, dapat terlaksana secara berkala dan sesuai standar, serta menjamin kesiapan seluruh perangkat keselamatan dalam kondisi darurat, seperti hidran dan sistem pemadam kebakaran lainnya.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke Laboratorium Teknik Kimia ITB. Pada kesempatan tersebut, Koordinator K3G Gedung Teknik Kimia, Guntur Adisurya Ismail, S.T., M.T., Ph.D., memaparkan penerapan sistem keselamatan laboratorium (laboratory safety). Fasilitas laboratorium telah dilengkapi dengan sistem ventilasi khusus, alarm keselamatan, kamera pengawas (CCTV), serta sistem kontrol akses. Selain itu, pengelolaan aktivitas laboratorium didukung oleh sistem digital untuk memantau penggunaan peralatan dan aktivitas praktikum.

Kunjungan berikutnya dilaksanakan ke Gedung Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) ITB. Pada sesi ini, rombongan diterima oleh Koordinator K3G Gedung SBM, Khrisna Ariyanto, S.T., M.T., yang memaparkan penerapan manajemen keselamatan di lingkungan SBM. Pengelolaan tersebut mencakup empat aspek utama, yaitu keselamatan, kesehatan, keamanan, dan pengelolaan lingkungan. Implementasi dilakukan melalui sosialisasi prosedur keselamatan, pelatihan tanggap darurat, serta pengawasan aktivitas dan potensi risiko di lingkungan gedung. Selain aspek operasional, SBM ITB juga menekankan pentingnya edukasi keselamatan kepada sivitas akademika, termasuk pemahaman jalur evakuasi, penggunaan fasilitas keselamatan, serta penerapan prosedur keselamatan dalam setiap kegiatan.
Melalui kegiatan ini, kedua institusi tidak hanya memperkuat kolaborasi, tetapi juga membangun sinergi dalam peningkatan kualitas penerapan sistem keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan perguruan tinggi. Kunjungan ini menjadi langkah strategis dalam mendorong pengembangan sistem K3 yang terintegrasi, adaptif, dan berkelanjutan, sekaligus mempertegas komitmen bersama dalam mewujudkan lingkungan kampus yang aman, sehat, dan berdaya tahan terhadap berbagai potensi risiko.





