Select Page

Bandung, 19 Agustus 2026 – UPT K3L ITB melaksanakan koordinasi penataan kawasan Jalan Gelap Nyawang pada Rabu (19/8/2026) di Ruang Convention Hall, Gedung CAS, ITB. Kegiatan ini menjadi forum lintas pihak untuk membahas penataan aktivitas Pedagang Kaki Lima (PKL), khususnya yang memanfaatkan area trotoar.

Koordinasi dihadiri oleh perwakilan Direktorat SPSI, Direktorat Pengembangan, dan Biro Hukum ITB, serta unsur Pemerintah Kota Bandung dan kewilayahan, meliputi Dinas KUKM, Dinas Perhubungan, Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang, Bapperida, Satpol PP, Polsek Coblong, Koramil Coblong, Kecamatan Coblong, dan Kelurahan Lebak Siliwangi. Turut hadir Koordinator Paguyuban PKL Gelap Nyawang untuk memberikan perspektif langsung dari pelaku usaha.

Dalam pertemuan tersebut dibahas arah penataan dan opsi relokasi bagi PKL yang beraktivitas di atas trotoar. Penataan diarahkan untuk mengembalikan fungsi trotoar sebagai ruang pejalan kaki yang tertib, bersih, aman, dan nyaman, dengan tetap mempertimbangkan keberlangsungan aktivitas ekonomi masyarakat.

Beberapa hal yang menjadi perhatian antara lain mendorong PKL melakukan penertiban secara mandiri, menjaga kebersihan kawasan, serta tidak meninggalkan gerobak atau perlengkapan usaha di trotoar maupun badan jalan. Selain itu, diperlukan verifikasi terhadap pengelolaan kawasan, termasuk keberadaan lapak CSR dan reklame SOSRO pada area pedestrian.

Penataan reklame dan pemanfaatan ruang juga perlu mengacu pada ketentuan yang berlaku, antara lain Perda Kota Bandung Nomor 5 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Reklame serta Perwal Kota Bandung Nomor 10 Tahun 2026 tentang Penataan dan Perizinan Reklame. Selanjutnya, diperlukan koordinasi antara ITB, Pemerintah Kota Bandung, Paguyuban PKL, dan pihak SOSRO untuk membahas langkah penataan maupun relokasi secara lebih lanjut.

Melalui koordinasi lintas instansi dan pemangku kepentingan, penataan kawasan diharapkan dapat terlaksana secara terencana, tertib, aman, dan berkelanjutan, sekaligus mewujudkan kawasan yang lebih nyaman dan ramah bagi pejalan kaki dengan tetap mendukung keberlangsungan aktivitas ekonomi masyarakat.