Sanitasi dan Lingkungan

Sanitasi dan Lingkungan

Limbah Baterai

Limbah baterai bekas adalah salah satu jenis Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) karena mengandung logam berat seperti timbal, kadmium, merkuri, nikel, dan litium yang sangat berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan manusia jika dibuang sembaranganCara penanganan yang benar adalah dengan memisahkan baterai dari sampah lain dan menyerahkannya ke fasilitas pengumpulan limbah elektronik (e-waste) atau drop box khusus, bukan membuangnya ke tempat sampah biasa atau ke sungai. 

 
Mengapa Limbah Baterai Berbahaya?
  • Mengandung Logam Berat: Baterai mengandung berbagai logam dan zat kimia berbahaya seperti timbal, kadmium, nikel, merkuri, dan litium, yang dapat merusak tanah, air, dan udara. 
 
  • Pencemaran Lingkungan:  Jika baterai tidak dikelola dengan benar, zat-zat ini dapat meresap ke dalam tanah dan mencemari sumber air tanah, merusak ekosistem, dan membahayakan makhluk hidup, termasuk satwa liar. 
  • Dampak Kesehatan Manusia: Paparan logam berat dari limbah baterai dapat menyebabkan gangguan pada organ vital seperti ginjal, hati, dan otak, serta dapat menimbulkan masalah pernapasan, impotensi, atau gangguan kehamilan. 
Bagaimana Cara Membuang Limbah Baterai Bekas dengan Benar?
  • Pisahkan dari Sampah Biasa: Jangan mencampur baterai bekas dengan sampah rumah tangga lainnya. 
  • Gunakan Wadah Khusus: Simpan baterai bekas di dalam wadah atau tempat khusus yang bertanda B3 di rumah Anda. 
  • Bawa ke Fasilitas Daur Ulang: Kumpulkan baterai bekas dalam jumlah yang cukup, lalu bawa dan serahkan ke fasilitas pengumpulan limbah elektronik (e-waste) atau drop box resmi yang disediakan di pusat perbelanjaan atau toko elektronik. 
  • Jangan Dibakar: Pembakaran baterai akan menghasilkan gas beracun yang sangat berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan. 

Data Jumlah Limbah Baterai di ITB

2022
58 KG
2023
150 KG
2024
168 KG
2025
223KG